Notification texts go here Contact Us Buy Now!

ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM CERPEN SALMA KARYA GHOZI AL-QOSAIBI

Nadhira

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Cerpen sebagai karya sastra merupakan ungkapan perasaan sastrawan tentang hasil evaluasinya mengenai fenomena kehidupan. Di antara sekian banyak fenomena kehidupan adalah konflik yang berkepanjangan baik konflik masyarakat maupun konflik keluarga. Satu di antara sekian banyak konflik keluarga telah diabadikan oleh Gozi Al- Qasaibi dalam sebuah cerpennya yang berjudul Salma. Cerita ini melukiskan kondisi keluarga yang terdiri dari seorang anak yang sangat sayang kepada ibunya yang sudah tua renta . Untuk membuktikan perilaku perilaku tokoh yang ada dalam sebuah karya sastra diperlukan suatu pendekatan yang relevan yaitu pendekatan psikologi sastra.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana tindakan psikologi sang ibu (Salma)?
  2. Bagaimana tindakan psikologi sang anak (Salim)?
  3. Bagaimana bentuk, sebab dan solusi konflik dalam cerpen Salma karya Gozi Al- Qosaibi?

C. Tujuan

  1. Mengetahui tindakan psikologi dari tokoh ibu
  2. Mengetahui tindakan psikologi dari tokoh ibu
  3. Mengetahui bagaimana bentuk, sebab dan solusi perilaku karakteristik dari tokoh dalam cerpen Salma karya Gozi Al-qusaibi.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pendekatan Psikologi Sastra

Psikologi dan sastra merupakan dua kajian yang berbeda bila kedua kajian itu dilakukan secara terpisah. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk jiwa manusia (Iswanto, 1991:2) sementara sastra adalah seni yang juga berbicara tentang manusia dengan segala permasalahannya termasuk masalah kejiwaan. Pertautan antara ilmu psikologi dan seni sastra melahirkan sebuah pendekatan yang bernama psikologi sastra.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa psikologi sastra adalah sebuah pendekatan yang tepat untuk pengkajian karya sastra yang berdimensi dan berperspektif kejiwaan seperti cerpen Salma ini.

Secara teoretis, psikologi sastra adalah pendekatan penelitian sastra yang diarahkan kepada empat aspek, yaitu psikologi pengarang, proses penciptaan sastra, kaidah-kaidah psikologi yang terdapat dalam karya sastra. dan pengaruhnya terhadap jiwa pembaca (Wellek, 1995:90). Makalah lebih ditujukan untuk menerapkan teori yang berhubungan dengan aspek ketiga, yaitu relevansi kaidah psikologi dalam cerpen Salma dengan cara mengamati karakter tokoh-tokoh, konflik, alur, dan latar cerita.

Teknik yang digunakan dalam pendekatan psikologi sastra untuk memahami gangguan perilaku tokoh dalam cerpen Qalbu Imra’atin adalah teknik interpretasi. Interpretasi, menurut (Luxemburg 1991:10-25), mutlak diperlukan untuk memahami teks-teks sastra karena maksud pengarang yang sebenarnya tidak mungkin digali. Dengan kata lain, interpretasi teks sastra adalah cara membaca dan menjelaskan teks sastra dengan sistematis dan lengkap.

B. Bentuk Konflik dalam Cerpen

Cerpen Salma karya Gozi Al-Qosaibi ini bercerita tentang ketulusan dan kesabaran hati seorang anak dalam menghadapi ibunya yang tua dan banyak maunya. Perilaku banyak maunya tersebut disebabkan karena Salma (si ibu) dulunya adalah seorang ketua badan intelejen di Mesir pada masa pemerintahan Gamal Abdul Naseer dan mengetahui bahwa sejarah yang di didengarnya dari radio pemberian anaknya berbeda dari sejarah yang dialaminya sehingga setiap hari Salma meminta diberikan radio baru

dengan harapan agar mendengar sejarah yang sesuai dengan yang dialaminya. Ceritanya dirangkai dalam konteks sastra yang sederhana.

Dalam cerpen Salma terdapat tokoh Wanita tua yang tidak bisa menerima sejarah yang di dengarnya dari radio pemberian sang anak. Pernyataan terebut terdapat dalam kutipan

Wanita lansia itu tebangun layaknya tersengat hewan, “ kerajaan apa yang telah hilang?! ‘Aisyah siapa?! Radio Rusia ini tak tau sejarah tang sesungguhnya tentang seorang panglima besar kaum muslimin, dan isterinya nabi Muhammad, abu abdillah al kabir.”

Petikan di atas memperlihatkan bahwa sang wanita tua (Salma) tidak terima dengan sejarah yang didengarnya karena tidak sesuai dengan yang dialaminya.

C. Penyebab Konflik dalam Cerpen

Sifat tidak terima Salma disebabkan oleh cerita sejarah yang didengarnya dari radio karena dianggapnya tidak sesuai dengan apa yang dialaminya saat menjabat sebagai ketua badan intelejen Mesir pada masa Gamal Abdul Naseer. Karena sejarah yang didengarnya dari radio dianggap tidak benar, Salma meminta salim membelikan radio lagi dengan harapan agar mendengar sejarah yang benar. Percakapan antara Salma dan Salim membuktikan pernyataan barusan:

Wanita lansia iru merenungkan radio yang diberikan kepadanya oleh Salim, dan berkata: “Kuharap ini bukan merek Russia”

“Merek Belanda, wahai ibuku” “Belanda”

“Philips. Merek belanda yang terkenal”

“Philips?! Dulu aku punya radio Phillips, aku pernah mendengarkan orasi Gamal Abdel Nasser. Apa kamu ingat?”

“Ingat wahai ibuku”

“Akan tetapi perangkat itu sangatlah besar”

“Perangkat seperti itu tidak diproduksi lagi, wahai ibuku” “Apakah kamu yakin ini adalah radio merek Phillips?” “Sangat yakin wahai ibuku”

“Apakah menurutmu radio ini akan menyiarkan orasi Gamal Abdel Nasser?

 

Dari dialog di atas tersirat Salma sangat mengkritisi sejarah yang didengarnya dari radio pemberian anaknya.

D. Solusi Konflik dalam Cerpen

Dalam mensikapi sifat ibunya (Salma) yang selalu saja mengeluh karena sejarah yang dianggapnya salah, Salim hanya bisa memakluminya dengan senyuman dan tertawa tanpa pernah membahtahnya. Berikut adalah beberapa kutipan yang menjelaskan sikap salim dalam menghadadpi Ibunya:

Salim memandang ibunya yang tersenyum dengan aneh, dan ia membalas senyumannya tanpa menjawab pertanyaannya.

“Berdirilah wahai Salim, pulanglah ke rumahmu, anak anakmu menunggumu di sana, ini adalah hari libur bagi mereka”, lalu diciumlah kening dan kedua tangannya lagi, ia pun beranjak meninggalkan sebuah sofa kecil, dan dalam benaknya terlintas pertanyaan seperti biasanya : “kenapa ibunya selalu meminta radio baru kepadanya setiap bulan?”, kemudian datang jawaban di benaknya seperti biasanya: “pikiran ibunya tak lagi sama”.

Wanita lansia itu telah menerima radio yang besar, dan ia bertanaya kepada Salim dengan heran:

“Kenapa kau memberikanku radio yang susah untuk kubawa?”

“Ini adalah produk Rusia, merek yang terkenal, bisa dianggap sebaggai merek yang paling bagus di dunia”.

“Rusia?!” “iya”

“Aku tak pernah mendengar radio dari Rusia sebelumnya”

“Tak ada yang mengenal merek ini kecuali orang-orang yang update” “Baik! Apakah bisa menangkap semua siaran?”

“Iya wahai Ibuku”

“Apakah Younis Bahri ada?”

Salim memangdang lansia itu tanpa menahu apakah ia sedang membercandainya, seperti apa yang kadang-kadang ibunya lakukan, apakah hal-hal tersebut membingungkan ibunya, seperti biasanya terkadang tidak, iapun berkata:

“Iya ibuku”

Wanita tua itu tersenyum dan berkata:

“Dan apakah radio ini hanya menyiarkan kebenaran saja, apakah ia berbohong kepadaku seperti apa yang kamu lakukan wahai salim?”

Lalu mereka berdua pun tertawa bersama.

Dalam beberapa kutipan diatas, menjelaskan betapa Salim sangat memaklumi ibunya.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk jiwa manusia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa psikologi sastra adalah sebuah pendekatan yang tepat untuk pengkajian karya sastra yang berdimensi dan berperspektif kejiwaan seperti cerpen Salma ini.

Cerpen Salma karya Gazi al-Qosaibi ini bercerita tentang ketulusan dan kesabaran hati seorang anak dalam menghadapi ibunya yang tua dan banyak maunya. Perilaku banyak maunya tersebut disebabkan karena Salma (si ibu) dulunya adalah seorang ketua badan intelejen di Mesir pada masa pemerintahan Gamal Abdul Naseer dan mengetahui bahwa sejarah yang di didengarnya dari radio pemberian anaknya berbeda dari sejarah yang dialaminya sehingga setiap hari Salma meminta diberikan radio baru dengan harapan agar mendengar sejarah yang sesuai dengan yang dialaminya.

DAFTAR PUSTAKA

Goble, Frank. G. 1991. Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Yogyakarta: Kanisius. Kartono, Kartini. 1980. Kesehatan Mental. Bandung: Alumni.

Luxemburg. 1991. Tentang Sastra. Jakarta: Intermasa.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Redyanto, Noor. 2007. Pengantar Pengkajian Sastra. Undip Semarang: Fasindo. Sarwono, Sarlito Wirawan. 1991. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang. Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusastraan. Terjemahan. Jakarta:

Gramedia.

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.